Lily Blog

Bisa Karena Terbiasa

Oleh : Samantha Nouijcha

Puisi yang Tak Ditulis

Dalam senyap, aku merajut luka
dari benang-benang cahaya yang jatuh dari langit senja.
Ada desir angin yang menulis namaku
di halaman-halaman waktu yang tak pernah utuh.

Aku bukan yang terbakar dalam sorot mata dunia,
aku adalah nyala kecil yang memilih redup
agar tak menyilaukan nurani sendiri.

Kudekap sunyi seperti sahabat lama,
yang tak bertanya, tak mendesak,
hanya diam—dan hadir.

Langkahku tak selalu bersuara,
tapi tiap jejaknya mengandung doa
yang tak diucap, hanya dipanjatkan
oleh jiwa yang tak ingin lagi meminta.

Aku adalah puisi
yang tak ditulis di atas kertas,
tapi dilahirkan dari perih yang telah dipeluk
dan harapan yang tak pernah mati,
meski dunia kerap gelap dan asing.

Biarlah aku menjadi puisi yang dibaca angin,
disampaikan pada pohon-pohon senja,
dan dilupakan manusia—
tapi abadi dalam semesta.

Satu tanggapan untuk “Puisi yang Tak Ditulis”

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai